Home » » Pebisnis Indonesia Menguasai Intermilan

Pebisnis Indonesia Menguasai Intermilan

Written By Unknown on Kamis, 31 Oktober 2013 | 14.02

Pelatih Chelsea, Jose Mourinho sedih. Ia kaget membaca berita Inter Milan lepas dari tangan Massimo Moratti. "Saya agak sedih karena Inter saya adalah milik Moratti dan keluarganya. Tapi saya pikir jika dia membuat keputusan ini, itu karena dia memahami sebagai langkah bagus bagi Inter. Dalam kasus apapun, kami akan selalu berada di samping klub ini," ucap Mourinho.
Maklum, Mourinho sempat dua musim menangani La Beneamata—salah satu julukan untuk Inter. Tapi, apapun kesedihan pelatih bertangan dingin ini, pembelian 70% saham Inter oleh pengusaha Indonesia, Erick Thohir, Rosan Roeslani, dan Handy Soetedjo telah menyedot perhatian publik di dunia.
Di Italia, nama trio pengusaha nasional ini jadi pembicaraan di mana-mana. Media cetak dan elektronik hampir setiap hari memberitakan pembelian ini. Di Amerika Serikat pun demikian. Maklum, di negeri Paman Sam ini, Erick sempat bikin geger karena membeli klub sepakbola DC United yang berlaga dalam kompetisi Major League Soccer (MLS). Selain itu, dia juga pemilik klub bola basket Philadelphia 76ers NBA.
Siapa Erick Thohir? Ia adalah anak Teddy Thohir, rekan Wiiliam Soeryadjaja, yang dulu sama-sama membangun Astra International. Kelahiran Jakarta, 30 Mei 1970 ini adalah ayah empat anak dan lulusan S2 ekonomi dari Universitas Nasional California, Amerika Serikat.
Ia memulai bisnisnya di bidang media pada 1993 dengan mendirikan Grup Mahaka. Erick kemudian mendirikan restoran merek Hanamasa dan Pronto. Tahun 2011, ia membeli koran Republika, Jak TV, dan beberapa radio seperti Gen FM, Delta FM serta Female. Erick juga tercatat sebagai pemegang saham minoritas di tvOne.
Erick penggemar olahraga berat, terutama basket dan sepak bola. Tak heran kalau ia sempat menjabat sebagai Ketua Umum Perbasi 2006-2010 dan Presiden Federasi Basket Asia Tenggara 2010-2014. Ia juga menjabat sebagai Wakil Presiden Komite Olimpiade Indonesia dan sebagai kepala di Indonesia Misi untuk Olimpiade 2012.
Rekannya, Rosan Roeslani, yang terlibat dalam pembelian Inter Milan, adalah pengusaha yang bergerak di bidang perbankan dan keuangan, infrastruktur, real estate, dan pariwisata. Di Kadin Indonesia, Rosan menjabat sebagai Wakil Ketua Perbankan dan Keuangan.
Saat ini, Rosan menjabat sebagai President Director Recapital Advisor serta Dewan Komisaris PT Lativi Mediakarya (tvOne) dan sejak 2008 duduk di Komisaris PT Mahaka Media Tbk. Ia juga mitra Thohir dalam pembelian klub DC United di MLS.
Satu lagi sohib Erick Thohir dalam akuisisi saham Inter Milan adalah Handy Soetedjo. Lulusan MBA dari The Katz Graduate School of Business di University of Pittsburgh, AS, ini adalah pengusaha yang menggeluti sektor batu bara, minyak dan gas, real estate, dan berbagai perusahaan media. Tahun 2011 bersama Erick Thohir, Handy ikut dalam pembelian saham Philadelphia 76ers di NBA.
Kini, tiga serangkai itu menjadi penguasa baru di klub elite, Inter Milan.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | IACS | Suhaimi
Copyright © 2013. Bengkalis Investigasi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Bengkalis Info
Proudly powered by Blogger