Pelatih Chelsea, Jose Mourinho sedih. Ia kaget membaca berita
Inter Milan lepas dari tangan Massimo Moratti. "Saya agak sedih karena
Inter saya adalah milik Moratti dan keluarganya. Tapi saya pikir jika
dia membuat keputusan ini, itu karena dia memahami sebagai langkah bagus
bagi Inter. Dalam kasus apapun, kami akan selalu berada di samping klub
ini," ucap Mourinho.
Maklum, Mourinho sempat dua musim
menangani La Beneamata—salah satu julukan untuk Inter. Tapi, apapun
kesedihan pelatih bertangan dingin ini, pembelian 70% saham Inter oleh
pengusaha Indonesia, Erick Thohir, Rosan Roeslani, dan Handy Soetedjo
telah menyedot perhatian publik di dunia.
Di Italia, nama trio
pengusaha nasional ini jadi pembicaraan di mana-mana. Media cetak dan
elektronik hampir setiap hari memberitakan pembelian ini. Di Amerika
Serikat pun demikian. Maklum, di negeri Paman Sam ini, Erick sempat
bikin geger karena membeli klub sepakbola DC United yang berlaga dalam
kompetisi Major League Soccer (MLS). Selain itu, dia juga pemilik klub
bola basket Philadelphia 76ers NBA.
Siapa Erick Thohir? Ia adalah
anak Teddy Thohir, rekan Wiiliam Soeryadjaja, yang dulu sama-sama
membangun Astra International. Kelahiran Jakarta, 30 Mei 1970 ini adalah
ayah empat anak dan lulusan S2 ekonomi dari Universitas Nasional
California, Amerika Serikat.
Ia memulai bisnisnya di bidang media
pada 1993 dengan mendirikan Grup Mahaka. Erick kemudian mendirikan
restoran merek Hanamasa dan Pronto. Tahun 2011, ia membeli koran
Republika, Jak TV, dan beberapa radio seperti Gen FM, Delta FM serta
Female. Erick juga tercatat sebagai pemegang saham minoritas di tvOne.
Erick
penggemar olahraga berat, terutama basket dan sepak bola. Tak heran
kalau ia sempat menjabat sebagai Ketua Umum Perbasi 2006-2010 dan
Presiden Federasi Basket Asia Tenggara 2010-2014. Ia juga menjabat
sebagai Wakil Presiden Komite Olimpiade Indonesia dan sebagai kepala di
Indonesia Misi untuk Olimpiade 2012.
Rekannya, Rosan Roeslani,
yang terlibat dalam pembelian Inter Milan, adalah pengusaha yang
bergerak di bidang perbankan dan keuangan, infrastruktur, real estate,
dan pariwisata. Di Kadin Indonesia, Rosan menjabat sebagai Wakil Ketua
Perbankan dan Keuangan.
Saat ini, Rosan menjabat sebagai President
Director Recapital Advisor serta Dewan Komisaris PT Lativi Mediakarya
(tvOne) dan sejak 2008 duduk di Komisaris PT Mahaka Media Tbk. Ia juga
mitra Thohir dalam pembelian klub DC United di MLS.
Satu lagi
sohib Erick Thohir dalam akuisisi saham Inter Milan adalah Handy
Soetedjo. Lulusan MBA dari The Katz Graduate School of Business di
University of Pittsburgh, AS, ini adalah pengusaha yang menggeluti
sektor batu bara, minyak dan gas, real estate, dan berbagai perusahaan
media. Tahun 2011 bersama Erick Thohir, Handy ikut dalam pembelian saham
Philadelphia 76ers di NBA.
Kini, tiga serangkai itu menjadi penguasa baru di klub elite, Inter Milan.
Pebisnis Indonesia Menguasai Intermilan
Written By Unknown on Kamis, 31 Oktober 2013 | 14.02
Label:
ekonomi

Posting Komentar