Home » » Strategi PKB Menghadapi Pemilu 2014

Strategi PKB Menghadapi Pemilu 2014

Written By Unknown on Kamis, 31 Oktober 2013 | 14.07

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus melakukan berbagai manuver politik. Mulai dari mencalonkan pendangdut Rhoma Irama, mantan Ketua MK Mahfud MD dan terbaru mengusung Jusuf Kalla sebagai kandidat presiden. Manuver galau hadapi Pemilu 2014 mendatang?
Pemilu 2014 menjadi ujian penting bagi PKB. Pemilu ini menjadi pembuktian apakah partai besutan para kyai NU pada 1998 ini benar-benar telah bertransformasi menjadi partai yang tak lagi identik dengan Gus Dur, ikon partainya yang belakangan justru didepak dari posisi Ketua Dewan Syura PKB. Atau justru Pemilu 2014 menjadi senjakala partai yang mengidentikkan dirinya sebagai partai milik warga NU ini.
Tantangan yang tidak ringan ini diperparah dengan berbagai hasil riset sejumlah lembaga survei yang menempatkan partai ini di jajaran papan bawah. Padahal, di Pemilu pertama dan kedua di era reformasi, PKB berada di jajaran tiga besar partai politik di Indonesia.
Situasi inilah yang belakangan menjadikan partai ini melakukan berbagai manuver. Mulai menjagokan pendangdut Rhoma Irma, mengelus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan yang terbaru mengusung nama mantan Wapres Jusuf Kalla (JK).
Manuver PKB ini pun direspons Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso. Priyo mencium ada upaya pendomplengan terhadap figur Jusuf Kalla oleh PKB. Pasalnya, kata Priyo, PKB tidak hanya mengusung figur JK saja. "Saya bertanya, itu tulus atau hanya dompleng nama Pak JK? Kalau dompleng, saya sarankan jangan," kata Priyo di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (30/10/2013).
Hanya saja Priyo menyebutkan semua kembali kepada PKB dan JK. Menurut dia, JK merupakan tokoh senior Partai Golkar yang memiiki reputasi baik. "Semua berpulang pada Pak JK apakah beliau mau atau tidak. Kalau akhirnya JK memutuskan iya, kami tidak punya kewenangan untuk menahannya," imbuh Priyo.
Sementara Sekretaris Jenderal DPP PKB Imam Nahrowi mengatakan pihaknya sama sekali tidak ada niat untuk mendompleng JK demi kepentingan PKB. Justru ia menyebutkan JK yang melamar menjadi Capres dari PKB. "Yang ingin nyapres dari PKB itu JK. PKB tidak pernah melamar beliau," ujar Imam kepada INILAH.COM di Jakarta, Rabu (30/10/2013).
Pernyataan ini membantah tudingan Partai Golkar yang mengkahwatirkan PKB hanya ingin mendompleng nama besar JK demi kepentingan elektoral partai itu. Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menyebutkan pihaknya mengingatkan agar PKB tidak memanfaatkan nama besar JK.
Imam menegaskan siapa saja yang ingin maju menjadi capres dari PKB maka secara otomatis harus bersedia menjadi kader PKB. "Dan wajib meninggalkan partai lamanya," tegas Imam.
Terpisah Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Survei Nusantara (Laksnu) Gugus Joko W mengatakan manuver yang dilakukan PKB dengan mendorong calon non kader maju dalam Pilpres 2014 merupakan langkah yang berisiko. "Jika tidak tidak dibarengi strategi matang, akan menjadi blunder bagi PKB," ingat Gugus.
Menurut dia, Rhoma Irama maupun Mahfud MD tidak bisa ditampik memiliki pendukung dan loyalis di interal PKB. Munculnya nama JK, kata Gugus, akan membuat migrasi pendukung Mahfud dan Rhoma beralih ke partai lainnya.
Kendati demikian, menurut Gugus, langkah PKB ini juga mendorong capres alternatif dari jajaran partai bawah-menengah. Ia meyakini, dengan mendorong capres alternatif akan memberi sumbangan untuk elektabilitas partai.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | IACS | Suhaimi
Copyright © 2013. Bengkalis Investigasi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Bengkalis Info
Proudly powered by Blogger