Seni kebudayaan menabuh kompang menjadi salah satu budaya lama di
Bengkalis. Hampir seluruh pelosok desa di Kabupaten Bengkalis memiliki
team atau kelompok kompang.
Bisa dikatakan, kompang sudah
menjadi seni budaya yang mendarah daging di masyarakat Bengkalis. Hal
itu diutarakan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga
(Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis H Tuah Hasrun Saily baru-baru ini
kepada wartawan.
Beberapa bulan lalu, sambung H Tuah,
Disbudparpora telah melaksanakan festival kompang. Ternyata pesertanya
juga diikuti hampir seluruh desa di Kecamatan Bengkalis. Sehingga
terpikirkan, ada baiknya kompang ini tetap dilestarikan, jika perlu
ivennya dibuat lebih meriah dan besar lagi hingga menembus tingkat
provinsi dan nasional.
“Paling tidak bisa lebih selektif dan
menjaring kelompok kompang yang benar-benar bagus, dan bisa menembus
ivent tingkat Kabupaten dan Provinsi. Dan saat ini sedang kita upayakan
program ini bisa berjalan,” paparnya.
Pada festival tahunan
bertajuk Festival Kompang Arak-Arakan Tahun 2012, selama sehari penuh.
Yang tampil memukau itu berasal dari Desa Meskom, Kecamatan Bengkalis,
dan unggul sebagai juara. Jika perlu awal seni budaya kompang ini,
terlebih dahulu diinventarisir, sehingga kebudayaan kompang tetap
membumi di tanah melayu Kabupaten Bengkalis ini.
Seni kompang
ini juga, kata H Tuah, diharapkan bisa eksis dan hidup terus di
Bengkalis, dan tidak luntur seiring dengan perkembangan zaman dan
berjalannya waktu.

Posting Komentar